Pidie Jaya | InfoAcehNews.net – Kabupaten Pidie Jaya kembali dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (24/12/2025) siang. Sejumlah desa yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) dilaporkan tergenang air. Kejadian ini sontak memicu trauma mendalam bagi warga, yang sebelumnya telah menjadi korban banjir bandang.
Berdasarkan pantauan kontributor InfoAcehNews.net, hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB, diawali rintik-rintik dan berangsur menjadi deras. Debit air sungai perlahan meningkat dan merangsek ke permukiman warga. Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Manyang Cok Kecamatan Meureudu, di mana air bahkan telah meluap hingga melewati badan jalan lintas nasional, dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter.
Masuknya air ke sejumlah desa membuat warga kembali diliputi kecemasan. Terlebih bagi masyarakat yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat akibat banjir bandang melanda Pidie Jaya akhir November lalu.
Mawarni, warga Desa Meunasah Bie, mengaku masih mengalami trauma mendalam. Begitu mengetahui air mulai naik, ia bersama keluarganya langsung menyelamatkan barang-barang berharga.
“Saya masih trauma dengan banjir kemarin. Begitu dengar air mulai naik, kami langsung memindahkan barang-barang, termasuk kendaraan, supaya tidak terulang seperti sebelumnya. Waktu itu semua barang toko terendam lumpur, mobil juga rusak. Jujur, trauma itu masih sangat terasa,” ujar Mawarni dengan raut wajah cemas.
Hingga Rabu malam pukul 19.30 WIB, hujan masih mengguyur wilayah Pidie Jaya. Meski demikian, kondisi permukaan air sungai dilaporkan masih relatif stabil dan belum menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan saat hujan pertama kali turun.
Warga berharap hujan segera reda dan air sungai kembali surut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (Herry)



















