GAYO LUES | InfoAcehNews.net – Kehadiran PUSAKA (Pusat Kajian Islam) di Kabupaten Gayo Lues, menjadi angin segar bagi pengembangan dakwah dan pendidikan keislaman di tengah masyarakat. Lembaga ini lahir dari proses panjang refleksi dan pengalaman kegiatan keagamaan, khususnya selama bulan Ramadhan, yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Penggagas PUSAKA, Ustadz Ali Abdan Banta Gayo, menyebutkan bahwa Pusat Kajian Islam merupakan “harta karun yang selama ini hilang”, yakni ilmu yang terstruktur dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
“PUSAKA ini adalah jawaban dari kebutuhan umat. Selama ini banyak potensi, banyak ilmu, tapi belum terhimpun dan terkelola secara maksimal,” ujarnya.
Ia juga diketahui sebagai Pimpinan Yayasan Bani Luqman serta pengelola lembaga pendidikan mulai dari PAUD, SDIT hingga SMPIT Ladia Galaska Beranang, Kecamatan Kutapanjang.
PUSAKA Islam sendiri dibidani oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al Kautsar Beranang, dengan tujuan utama menghadirkan ruang kajian keagamaan yang terbuka, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui wadah ini, masyarakat Gayo Lues nantinya dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti ceramah, kajian kitab, diskusi (mudzakarah), hingga seminar keislaman. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar agama sekaligus menjadi sarana pemerataan dakwah dan pencerahan umat.
Selain itu, PUSAKA juga berkomitmen menghimpun alumni pesantren dari berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera, Jawa hingga Timur Tengah yang berada di Gayo Lues. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan kajian ilmiah yang relevan dan mampu menjawab berbagai persoalan umat Islam masa kini.
Selama ini, aktivitas dakwah di Gayo Lues dinilai masih bersifat sektoral dan berjalan sendiri-sendiri di masing-masing kelompok seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga Jamaah Tabligh. Kehadiran PUSAKA diharapkan menjadi wadah pemersatu yang lebih umum dan inklusif.
Untuk tahap awal, kegiatan perdana PUSAKA akan dimulai dengan majelis taklim rutin yang digelar setiap pekan, tepatnya pada Sabtu malam Ahad. Rangkaian kegiatan dimulai sejak shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan kajian kitab, hingga shalat Isya.
Materi kajian akan disampaikan oleh para ustadz sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, mulai dari Tauhid, Tafsir, Hadits hingga Tahsin. Sejumlah pemateri yang akan terlibat di antaranya Dr. H. Andi Putra, Sabaruddin Al Hafidz, M. Raihan, Muslim, dan Suhada.
Rencananya, launching resmi PUSAKA akan dilaksanakan pada akhir bulan Syawal 1447 Hijriah. Untuk tahap awal, target peserta sebanyak 50 orang telah terpenuhi, bahkan grup WhatsApp PUSAKA saat ini sudah mencapai 150 anggota.
Kegiatan perdana akan dipusatkan di Masjid Al Kautsar Beranang, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keilmuan Islam di wilayah tersebut.
Dengan hadirnya PUSAKA, masyarakat Gayo Lues diajak untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Dosaino)




















