GAYO LUES | InfoAcehNews.net — Bumi Perkemahan Berawang Lopah, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, bersiap dipadati sekitar 1.000 anggota Gerakan Pramuka dari berbagai madrasah.
Ribuan peserta dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) itu akan mengikuti KEMSIDA ke-5 Tahun 2026, yang digelar selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung semangat Perkemahan Silaturahmi dan Persaudaraan tersebut diprogramkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gayo Lues sejak 2021. Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, KEMSIDA tidak hanya menjadi agenda perkemahan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan mempererat persaudaraan generasi muda madrasah.
Ketua Pelaksana KEMSIDA ke-5, Sadri, S.Pd., M.Pd., mengatakan Berawang Lopah dipilih karena dinilai strategis untuk menampung jumlah peserta yang cukup besar sekaligus memberikan suasana alam yang mendukung kegiatan kepramukaan.
“Lokasi ini sangat strategis sebagai tempat pelaksanaan KEMSIDA ke-5. Namun, ke depan kami berharap Kabupaten Gayo Lues dapat memiliki bumi perkemahan sendiri yang representatif,” kata Sadri.
Menurutnya, keberadaan bumi perkemahan permanen sangat penting bagi Gayo Lues. Selain menunjang kegiatan kepramukaan dan pendidikan karakter, fasilitas tersebut juga dapat dikembangkan sebagai ruang kegiatan kepemudaan, pendidikan luar ruang hingga mendukung potensi wisata alam daerah.
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gayo Lues, Amirudin, saat meninjau persiapan KEMSIDA, menyebut kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan yang jauh lebih besar dibanding sekadar perkemahan.

KEMSIDA menjadi ruang bagi peserta untuk membangun silaturahmi dan persaudaraan antara sesama peserta, guru, pembina, serta seluruh unsur di lingkungan Kementerian Agama.
“Anak-anak tidak hanya belajar tentang kepramukaan, tetapi juga belajar membangun karakter, kepedulian sosial, kedisiplinan, kebersamaan, dan persatuan,” ujar Amirudin.
Selama tiga hari pelaksanaan, kawasan Berawang Lopah akan dipenuhi tenda-tenda peserta dari berbagai madrasah. Beragam aktivitas kepramukaan, pembinaan karakter, kegiatan sosial dan agenda kebersamaan akan mewarnai kegiatan tersebut.
Bagi peserta, KEMSIDA menjadi kesempatan untuk meninggalkan sejenak rutinitas pembelajaran di ruang kelas dan mendapatkan pengalaman langsung melalui kehidupan bersama di alam terbuka.
Di tengah perbedaan asal madrasah dan latar belakang, para peserta dipertemukan dalam satu semangat yang sama: belajar tentang persaudaraan, kedisiplinan dan kebersamaan.
KEMSIDA ke-5 Tahun 2026 juga menjadi bagian dari semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Pramuka ke-65.
Dari Berawang Lopah, semangat Merah Putih dan nilai-nilai kepramukaan akan berpadu dalam satu perkemahan besar yang mempertemukan sekitar 1.000 generasi muda madrasah.
Seragam cokelat akan memenuhi bumi perkemahan. Tenda-tenda berdiri, aktivitas kepramukaan bergeliat, dan semangat persaudaraan akan menjadi warna utama KEMSIDA ke-5.
Berawang Lopah bukan sekadar menjadi lokasi perkemahan. Kawasan ini akan menjadi ruang bagi generasi muda Gayo Lues untuk belajar hidup bersama, membangun karakter dan meneguhkan semangat persatuan Indonesia. (Dian)
















