Gayo Lues | InfoAcehNews.net – Harga BBM subsidi jenis Pertalite yang dijual secara eceran di Kabupaten Gayo Lues kini semakin mengkhawatirkan. Di sejumlah wilayah, harga Pertalite eceran dilaporkan mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter, jauh di atas harga resmi yang masih berada di kisaran Rp10.000 per liter, Minggu, 12 Juli 2026.
Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat dan pengendara, yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sejumlah warga menilai, tingginya harga eceran diduga dipengaruhi oleh sulitnya memperoleh Pertalite di SPBU, sehingga masyarakat terpaksa membeli dari pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal. Situasi serupa pernah terjadi saat kelangkaan BBM di Gayo Lues beberapa waktu lalu.
Kenaikan harga di tingkat eceran dinilai bukan sekadar persoalan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi indikator adanya persoalan distribusi yang perlu segera ditangani. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, hingga melemahnya daya beli masyarakat.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama Pertamina, aparat penegak hukum, dan instansi terkait lainnya, segera melakukan evaluasi terhadap distribusi BBM bersubsidi serta memperketat pengawasan, agar penyalurannya tepat sasaran.
Warga juga meminta pemerintah tidak hanya menunggu persoalan semakin membesar, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan Pertalite di SPBU tetap normal, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pembelian BBM eceran dengan harga yang memberatkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, mengenai penyebab tingginya harga Pertalite eceran yang mencapai Rp20.000 per liter di sejumlah wilayah Kabupaten Gayo Lues. (Dosaino)




















