PIDIE JAYA | InfoAcehNews.net – Enam bulan pasca banjir hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, berbagai persoalan dampak bencana masih belum tertangani secara tuntas. Selain kerusakan infrastruktur dan sisa material lumpur, terdapat ancaman lain yang kini membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah satunya berada di Jalan Nasional, Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, tepat di simpang menuju Dayah Umul Aiman. Saluran drainase yang tersumbat menyebabkan air terus menggenang setiap kali hujan turun. Kondisi tersebut memaksa pengendara, khususnya sepeda motor, mengambil jalur lebih ke tengah hingga ke kanan badan jalan untuk menghindari genangan.
Pantauan kontributor InfoAcehNews, Sabtu (27/6/2026), menunjukkan genangan air telah meluas hingga menutupi sebagian badan jalan. Ironisnya, lokasi tersebut berada di tikungan sehingga jarak pandang pengendara menjadi terbatas dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Nuraini (38), salah seorang pengguna jalan, mengaku nyaris menjadi korban tabrakan setelah sebuah mobil mengambil jalur ke kanan karena menghindari sepeda motor yang lebih dulu mengelak dari genangan air.
“Saya hampir ditabrak mobil, karena mobil itu mengambil jalur saya. Di sebelah kirinya ada sepeda motor yang berjalan ke tengah untuk menghindari genangan air,” ungkapnya.

Pengalaman serupa juga dialami Syarwan (45). Ia mengaku hampir tersenggol sebuah truk yang melaju searah saat dirinya terpaksa menggeser kendaraan ke tengah jalan.
“Untung belum terjadi apa-apa. Sedikit saja tersenggol, habis saya. Bukan salah sopir truk, tapi saya memang terpaksa ke tengah karena di kiri ada genangan air,” katanya sambil menunjuk lokasi genangan.
Kondisi ini menjadi potret nyata bahwa dampak banjir tidak hanya berhenti pada saat air surut. Infrastruktur yang tidak segera dipulihkan justru melahirkan ancaman baru yang setiap hari mengintai keselamatan masyarakat.
Drainase yang tersumbat semestinya menjadi persoalan yang dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi penyebab kecelakaan. Namun hingga kini, genangan tersebut masih dibiarkan tanpa penanganan berarti.
Masyarakat berharap instansi terkait tidak menunggu jatuhnya korban jiwa untuk bertindak. Sebab, keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas, bukan menunggu tragedi sebagai alasan untuk bergerak.
Apakah genangan ini akan segera ditangani, atau harus menunggu ada korban lebih dulu baru mendapat perhatian? (Herry)




















