Berastagi | InfoAcehNews.net – Dalam rangka memperingati Pra Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues, mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) atau Pelatihan untuk Pelatih, yang diselenggarakan oleh Starbucks Farmer Support Center (FSC) Indonesia, di Aula Starbucks FSC Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 27 Juni 2026 tersebut, diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai kabupaten, terdiri dari perwakilan instansi, perusahaan kopi, koperasi kopi, serta petani binaan. BNNK Gayo Lues mendelegasikan personel, bersama Internal Control System (ICS) Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar, untuk mengikuti pelatihan budidaya kopi Arabika dan penerapan Cafe Practices, yang difasilitasi Starbucks FSC Indonesia.
Acara turut dihadiri Country Manager Starbucks FSC Indonesia, Masyitah Daud, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P., Kepala BNNK Gayo Lues Fauzul Iman, S.T., M.Si, serta sejumlah perwakilan perusahaan dan koperasi kopi.

Dalam sambutannya, Masyitah Daud mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius hingga selesai. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus diteruskan kepada para petani binaan, agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan sektor kopi nasional.
Sementara itu, Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman menyampaikan apresiasi kepada Starbucks Farmer Support Center dan PT Ujang Jaya International, yang selama ini telah mendukung petani kopi di Gayo Lues melalui bantuan bibit dan pendampingan budidaya kopi Arabika.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang. Melalui pengembangan komoditas kopi yang bernilai ekonomi tinggi, masyarakat kini memiliki alternatif usaha yang legal, produktif, dan berkelanjutan.
“Dengan adanya program ini masyarakat dapat melihat, bahwa budidaya kopi memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih aman dan berkelanjutan, dibandingkan aktivitas yang melanggar hukum,” ujar Fauzul Iman.
Selain itu Kepala BNNK Gayo Lues berharap, agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh kepada para petani kunci, yang menjadi binaan masing-masing instansi, perusahaan maupun koperasi.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzul Iman juga meminta dukungan Kementerian Pertanian RI, untuk menindaklanjuti proposal bantuan bibit kopi yang telah diajukan oleh Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar bersama Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, guna memperkuat pengembangan perkebunan kopi rakyat.

Mewakili Menteri Pertanian RI, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si, secara resmi membuka kegiatan pelatihan. Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan Starbucks FSC Indonesia serta BNNK Gayo Lues, dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penyelamatan masyarakat dari bahaya narkoba, termasuk membantu mantan petani ganja, mantan kurir narkoba, korban penyalahgunaan narkoba, serta masyarakat kurang mampu, untuk beralih menjadi petani kopi yang produktif.
“Kementerian Pertanian sangat mendukung program pemberdayaan masyarakat, melalui pengembangan kopi yang dilakukan bersama berbagai pihak,” katanya.
Kegiatan pelatihan berlangsung dengan lancar, dan diharapkan mampu melahirkan para pelatih serta pendamping petani kopi yang kompeten, dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi Arabika di wilayah Gayo Lues dan daerah lainnya. (Dosaino)




















