Gayo Lues | InfoAcehNews.net – Tokoh perempuan Gayo Lues, Nurhayati Sahali, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kapolres Gayo Lues beserta jajarannya, yang bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan dokter Santi Hastuti. Bahkan, sebelum tenggat waktu 2×24 jam yang sebelumnya dijanjikan, pelaku berhasil diamankan.
Menurut Nurhayati, langkah cepat aparat kepolisian ini patut diapresiasi, karena mampu meredam keresahan masyarakat, khususnya kaum perempuan yang sempat diliputi ketakutan atas peristiwa tersebut.
“Ini kerja luar biasa. Belum habis waktu yang dijanjikan, pelaku sudah ditangkap. Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen aparat, dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian Nurhayati mengingatkan, keberhasilan ini bukan akhir dari tugas besar aparat penegak hukum. Ia menegaskan, masih ada persoalan serius lain yang harus menjadi perhatian utama, yakni maraknya peredaran narkoba di wilayah Gayo Lues.
“Apakah tugas kita sudah selesai? Tidak. Masih ada ancaman besar yang mengintai, yaitu narkoba. Ini harus benar-benar diperangi secara serius dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menilai, bahaya narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga berdampak langsung terhadap meningkatnya potensi kriminalitas di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang lebih tegas, sistematis, dan melibatkan seluruh elemen, termasuk masyarakat sipil dan tokoh perempuan.
Nurhayati juga menekankan pentingnya peran perempuan, dalam menjaga lingkungan keluarga dari ancaman narkoba. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Perempuan harus ikut ambil bagian. Kita tidak boleh lengah. Perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Dengan tertangkapnya pelaku pembunuhan dr. Santi Hastuti, Nurhayati menyebut, masyarakat khususnya perempuan di Gayo Lues, kini bisa sedikit bernapas lega. Namun, rasa aman tersebut harus terus dijaga, dengan langkah-langkah nyata dalam memberantas kejahatan lainnya.
Ia pun berharap, keberhasilan ini menjadi momentum bagi aparat kepolisian, untuk semakin memperkuat penegakan hukum, tidak hanya dalam kasus kriminal berat, tetapi juga dalam memerangi jaringan narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan. (Dosaino)




















