PIDIE JAYA | InfoAcehNews.net — Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Pidie Jaya tidak hanya merusak ribuan rumah dan menghanyutkan harta benda warga. Bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir itu juga menyisakan fenomena mencurigakan: terdamparnya ribuan kubik kayu glondongan di berbagai titik aliran sungai dan pemukiman warga.
Kayu-kayu berukuran besar tersebut terlihat menumpuk di bantaran sungai, persawahan, hingga halaman rumah warga setelah air surut. Warga menduga kuat bahwa kayu tersebut merupakan hasil ilegal logging yang selama ini berlangsung di kawasan hutan Pidie Jaya.
Selain meninggalkan trauma mendalam, warga juga menemukan rumah mereka tertutup lumpur setebal 1 hingga 3 meter. Namun keberadaan gelondongan kayu dalam jumlah besar menjadi sorotan tersendiri, memunculkan pertanyaan mengenai siapa pihak yang mengambil keuntungan dari penebangan liar tersebut.
“Kayu sebanyak ini tidak mungkin muncul begitu saja. Ini jelas hasil pembalakan liar yang selama ini merusak hutan kita,” ujar sejumlah warga yang ditemui di lokasi banjir.
Banjir bandang yang menghantam beberapa kecamatan di Pidie Jaya diperkirakan turut dipicu oleh kerusakan hutan akibat perambahan dan penebangan tanpa izin. Aktivitas tersebut membuat kawasan pegunungan kehilangan tutupan vegetasi sehingga tidak mampu lagi menahan debit air saat hujan deras turun.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap temuan tersebut, termasuk mengungkap pihak-pihak yang selama ini menikmati hasil penjualan, pengolahan, dan pemanfaatan kayu dari hutan Pidie Jaya.
“Pelaku ilegal logging harus diberi hukuman setimpal. Selain merusak hutan, mereka juga berkontribusi pada bencana yang merenggut harta dan keselamatan warga,” ujar Herry, salah satu warga.
Warga Pidie Jaya kini menanti langkah tegas pemerintah dan aparat terkait untuk mengusut tuntas praktik ilegal yang diduga menjadi salah satu pemicu bencana alam ini. (red)




















