Gayo Lues | InfoAcehNews.net – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues (Galus), terus mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara), bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor, yang melanda wilayah tersebut.
Huntara ini dibangun sebagai solusi tempat tinggal sementara, bagi warga yang rumahnya hanyut maupun mengalami rusak berat akibat bencana.
Secara keseluruhan, pembangunan Huntara dilaksanakan di 20 titik lokasi yang tersebar di 7 Kecamatan di Kabupaten Gayo Lues, yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Bukit.
Proyek ini dikebut agar segera dapat difungsikan, mengingat masih banyak warga, yang hingga kini bertahan di pengungsian maupun menumpang di rumah kerabat.
Salah satu lokasi pembangunan Huntara berada di Desa Persiapan Rigep Kecamatan Dabun Gelang. Di desa tersebut, pemerintah membangun Huntara sebanyak 133 unit dengan 27 kopel. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan puluhan tenaga kerja, guna mengejar target penyelesaian.
Penanggung jawab pembangunan Huntara Desa Persiapan Rigep, Ali Sadikin, mengatakan, percepatan pembangunan menjadi prioritas utama, terlebih bulan Ramadan sudah semakin dekat.
“Untuk warga Desa Persiapan Rigep, pemerintah membangun Huntara sebanyak 27 kopel dengan 133 unit. Saat ini proses pembangunan terus kami kebut, agar secepatnya bisa ditempati oleh warga terdampak bencana,” kata Ali Sadikin.
Politisi dan Jurnalis senior ini juga memastikan, seminggu sebelum Ramadan, Huntara tersebut sudah dapat dihuni oleh warga. Menurutnya, keberadaan Huntara sangat dibutuhkan masyarakat, agar mereka tidak lagi bergantung pada tenda darurat, yang minim kenyamanan dan keamanan.
“Huntara ini diharapkan menjadi tempat tinggal sementara yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak, sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian permanen,” pungkasnya.
Setiap unit Huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, dengan mempertimbangkan aspek kelayakan, keamanan, dan kesehatan. Pemerintah daerah berharap, dengan percepatan pembangunan ini, beban warga terdampak bencana dapat segera terkurangi, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Gayo Lues. (Dosaino)




















