Gayo Lues, InfoAcehNews.net – Setelah mengunjungi Yayasan Khansa Zaid di Kutapanjang, Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rijaluddin, SH, MH, melanjutkan agenda padatnya di Kabupaten Gayo Lues. Selama beberapa hari, ia berkeliling ke berbagai wilayah di “Negeri Seribu Bukit” itu, mulai dari Desa Porang, Durin, hingga Pesantren Ar-Rahman Desa Lempuh di Kecamatan Blangkejeren, Rabu (8/10/2025).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal. Di setiap langkahnya, Rijaluddin mencoba menyerap denyut kehidupan masyarakat, melihat dari dekat hasil kerja yang telah dilakukan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang ia perjuangkan di tingkat provinsi.
“Kami hadir ke beberapa wilayah di Gayo Lues, selain melakukan reses, juga ingin melihat langsung beberapa kegiatan yang sudah kami salurkan melalui Pokir. Sekalian untuk belanja masalah, dan hasilnya nanti akan kita perjuangkan di gedung DPRA,” ujar Rijaluddin di sela-sela aktivitasnya.
Ia menegaskan, setiap reses bukan hanya ajang menyampaikan laporan, melainkan juga wadah mendengar langsung aspirasi warga di pelosok. Dalam pandangannya, pembangunan yang baik lahir dari interaksi nyata antara wakil rakyat dan rakyat itu sendiri.
Menyentuh Langsung Denyut Masyarakat
Di setiap titik yang ia kunjungi, Rijaluddin menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat, tokoh desa, hingga para pengurus pesantren. Ia ingin memastikan bahwa program-program yang telah dijalankan benar-benar bermanfaat dan menyentuh kebutuhan warga, bukan sekadar formalitas serapan anggaran.
Kunjungan ke Pesantren Ar-Rahman Desa Lempuh, misalnya, menjadi momen penting bagi Rijaluddin untuk mendengar langsung kondisi pendidikan agama di daerah tersebut. Begitu pula di Desa Porang dan Durin, ia memantau kegiatan yang bersumber dari dana aspirasi, termasuk infrastruktur penunjang masyarakat.
Agenda Padat, Dedikasi Tinggi
Dari pagi hingga malam, jadwal kegiatan pria asal daerah pemilihan (dapil) VIII itu terus berlanjut. Ia mengaku, selama beberapa hari ke depan, masih akan menyambangi berbagai desa lainnya di Gayo Lues.
“Berdasarkan jadwal yang telah disusun, kami masih memiliki kunjungan ke sejumlah desa, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari,” ungkapnya.
Semangatnya menggambarkan sosok wakil rakyat yang berupaya menjaga koneksi dengan konstituennya. Ia tidak sekadar datang untuk meresmikan atau memantau, tetapi juga mendengarkan, mencatat, dan berjanji memperjuangkan setiap aspirasi yang ditemui.
Bagi masyarakat Gayo Lues, kehadiran Rijaluddin bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai penyambung lidah mereka di tingkat provinsi. Sebuah peran yang ia jalankan dengan kesungguhan, di tengah medan perbukitan dan jarak antarwilayah yang menantang. (Dosaino)




















