PIDIE JAYA | InfoAcehNews.net – Guna menghidupkan kembali aktivitas pengajian yang sempat vakum pasca banjir bandang, Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Pidie Jaya menerjunkan puluhan Tgk Dayah ke sejumlah desa terdampak banjir, Selasa (6/1/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengaktifkan kembali Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan balai pengajian yang sebelumnya terhenti akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Dari pantauan kontributor Infoacehnews.net, sebelum diberangkatkan ke desa-desa sasaran, para tenaga pengajar terlebih dahulu mendapatkan arahan dan bimbingan. Para Tgk Dayah yang diterjunkan berasal dari berbagai organisasi Islam, di antaranya HUDA, IMNAD, Sirul Mubtadin, dan TASSAFI.
Ketua HUDA Pidie Jaya, Abi Zulfikar, mengatakan penempatan Tgk Dayah ini bertujuan untuk memulihkan kembali kegiatan pengajian, khususnya bagi anak-anak di desa terdampak banjir.
“Pada hari ini HUDA bersama MPU yang diwakili Waled Munir Kiran melepas sebanyak 50 orang Tgk Dayah ke desa-desa terdampak banjir. Mereka ditugaskan untuk menghidupkan kembali pengajian di TPA dan balai pengajian yang selama ini vakum pasca banjir,” ujar Abi Zulfikar.
Ia berharap dengan kehadiran para Tgk Dayah tersebut, proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal tanpa kendala berarti.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua MPU Pidie Jaya, Tgk H. Muniruddin, M.Diah. Ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk kepedulian para ulama terhadap keberlangsungan pendidikan agama bagi generasi muda di Pidie Jaya.
“Kami tidak ingin karena bencana banjir, anak-anak di Pidie Jaya harus meninggalkan proses belajar agama dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, melalui musyawarah bersama MPU, HUDA, Sirul Mubtadin, IMNAD, dan TASSAFI, disepakati untuk menghidupkan kembali pengajian dengan menempatkan tenaga pengajar di desa-desa terdampak,” jelasnya.
Ia juga berharap program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, aparatur desa, serta para orang tua, agar anak-anak Pidie Jaya tetap mendapatkan pendidikan agama yang layak meski dalam kondisi pascabencana. (Herry)




















