PIDIE JAYA, InfoAcehNews.net | Publik Pidie Jaya tengah dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi singkat di media sosial TikTok atas nama akun Tgk Juli Andika, yang menyoroti kinerja Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya saat ini. Dalam unggahan tersebut, Tgk Juli Andika dengan tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan duet Tgk. H. Sibral Malasyi – Hasan Basri, yang dinilainya belum menunjukkan perubahan berarti sejak menjabat.
Dalam video yang kini ramai dibagikan warganet itu, Tgk Juli Andika meminta pemerintah daerah untuk segera memperhatikan kondisi infrastruktur jalan di Keude Pangwa Kecamatan Tringgadeng, yang rusak parah dan menghambat aktivitas warga. Ia menilai pemerintah daerah seolah lamban dan kurang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
Ironisnya, Tgk Juli Andika bukan sosok sembarangan. Ia dikenal sebagai pendukung garis keras sekaligus motor penggerak kemenangan pasangan Sibral–Hasan saat masa pencalonan dulu. Bahkan, saat itu ia merupakan tokoh penting di Partai PAS Pidie Jaya, yang turut mengampanyekan semangat perubahan di bawah slogan “Mesyeuhue dan Perubahan”.

Namun, kini nada yang keluar dari mulutnya justru berbalik tajam. Saat dikonfirmasi awak media InfoAcehNews.net, Kamis (16/10/2025), pimpinan salah satu pondok pesantren di Desa Peurade Kecamatan Pante Raja itu, mengaku kecewa dan merasa bersalah kepada masyarakat.
“Saya merasa bersalah, karena sudah mengajak masyarakat memilih bupati ini. Hingga saat ini belum ada satu pun visi-misi yang benar-benar terealisasi. Dulu yang kami gaungkan adalah perubahan dan Mesyeuhue, tapi ternyata hanya tinggal slogan,” ujar Tgk Juli Andika.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Pidie Jaya Tgk. H. Sibral Malasyi belum memberikan tanggapan. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, pihaknya disebut sedang memimpin rapat internal pemerintahan.
Fenomena kritik dari mantan tim sukses seperti ini kembali menyoroti rapuhnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan daerah, terutama ketika janji-janji kampanye tak kunjung diwujudkan. Bagi sebagian warga, pernyataan Tgk Juli Andika menjadi bentuk kekecewaan yang mewakili suara masyarakat di bawah, bahwa perubahan bukan sekadar slogan, tapi tanggung jawab moral seorang pemimpin. (Herry)




















