PIDIE JAYA | InfoAcehNews.net – Memasuki satu pekan banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh, kebutuhan layanan kesehatan justru belum terpenuhi. Hingga Rabu (3/12/2025), tidak terlihat satu pun posko kesehatan maupun distribusi obat-obatan di lokasi terdampak, sementara warga mulai terserang berbagai penyakit.
Rusli (53), warga Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, mengaku sudah dua hari mengalami gatal-gatal di bagian kaki.
“Sudah dua hari bang, kaki saya gatal dan perih. Sebelumnya tidak pernah seperti ini,” ujarnya kepada Infoacehnews, Rabu siang.
Keluhan serupa disampaikan Cek Nyak (42). Ia mengaku mengalami gatal di kerongkongan, batuk, serta pusing sejak dua hari terakhir.
“Saya sangat butuh obat. Mau beli tidak ada yang jual, bantuan pun belum pernah ada ke mari,” keluhnya.
Pantauan di lapangan, sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan akibat air banjir yang sudah berhari-hari menggenangi permukiman. Namun hingga berita ini tayang, belum ada tanda-tanda kehadiran tim medis maupun bantuan obat-obatan dari instansi terkait.
Media ini telah berupaya mengonfirmasi kebutuhan layanan kesehatan kepada dinas terkait, namun hingga saat ini belum diperoleh keterangan dan bantuan kesehatan pun belum terlihat di lokasi banjir. (Herry)




















