Pidie Jaya | InfoAcehNews.net – Enam puluh lima hari pasca banjir bandang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kondisi wilayah terdampak kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Sejumlah sektor vital seperti infrastruktur, sarana transportasi, layanan publik, hingga pemukiman warga berangsur pulih, khususnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.
Namun di balik geliat pemulihan tersebut, masih tersisa persoalan krusial yang belum sepenuhnya tersentuh, yakni pemulihan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak banjir. Padahal, faktor ekonomi menjadi ujung tombak dalam menopang kelangsungan hidup keluarga korban bencana.
Hasil penelusuran Jurnalis InfoAcehNews.net di lapangan menemukan, banyak lapangan kerja dan usaha warga rusak parah, akibat terjangan banjir bandang. Salah satunya dialami Fauzi, warga Desa Menasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, yang usaha penggilingan padi keliling miliknya tertimbun lumpur dan mengalami kerusakan berat. Akibat kerusakan tersebut, Fauzi kehilangan sumber penghasilan, dan telah menganggur selama lebih dari dua bulan. Hingga kini, ia bersama keluarganya masih bertahan di tenda pengungsian, lantaran rumahnya belum sepenuhnya dibersihkan dari sisa lumpur pasca banjir.
“Sampai sekarang kami masih tinggal di tenda pengungsian. Usaha gilingan padi saya rusak total, sudah dua bulan tidak ada penghasilan. Saya sangat berharap ada perhatian pemerintah, terutama bantuan modal usaha agar bisa kembali bekerja dan menafkahi keluarga,” ujar Fauzi, Sabtu (31/1/2026).
Di tempat terpisah, warga Desa Menasah Bie lainnya, Haris Usman, mengaku telah mulai bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari meski masih dalam keterbatasan.
Haris yang dikenal aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan ini juga mengajak seluruh warga terdampak banjir, untuk bangkit dan tetap semangat menjalani aktivitas sesuai profesi masing-masing. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak saling menyalahkan atas musibah yang terjadi.
“Kita harus bangkit dan tetap semangat. Jangan saling menyalahkan, karena semua ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” kata Haris.
Meski demikian, Haris mengaku puas terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah sejauh ini, terutama dalam penyaluran bantuan, pendataan korban, serta pembersihan pemukiman warga.
Masyarakat berharap, selain melanjutkan pemulihan fisik, pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera memprioritaskan pemulihan ekonomi korban banjir, agar roda kehidupan warga terdampak dapat kembali berjalan normal. (Herry)




















