Pidie Jaya | InfoAcehNews.net – Ratusan masyarakat, aparatur desa, serta tokoh agama Kecamatan Ulim, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2027.
Musrenbang yang berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Jaya tersebut, mengusung tema, “Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah Berbasis Lingkungan Pasca Bencana untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal”, Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan ini dibuka dan dihadiri langsung Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, didampingi sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait. Musrenbang menjadi wadah strategis bagi masyarakat Kecamatan Ulim, untuk menyampaikan berbagai aspirasi, permasalahan, serta kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Dalam forum tersebut, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait kondisi lingkungan pasca banjir.
Salah satunya disampaikan oleh Nur Rahmi, seorang ibu rumah tangga, yang meminta pemerintah daerah segera memperbaiki lingkungan tempat tinggal mereka.
Ia mengungkapkan, hingga kini setiap hujan turun, rumah warga masih kerap tergenang air. Selain itu, warga juga berharap adanya pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Tak hanya persoalan lingkungan dan air bersih, warga lainnya juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan jaringan irigasi pertanian, serta kebutuhan sarana dan prasarana bagi nelayan.
Aspirasi yang disampaikan peserta Musrenbang, mendapat respons langsung dari Bupati Pidie Jaya.
Bupati yang akrab disapa Nyak Syi itu menegaskan komitmennya, untuk menindaklanjuti dan mengupayakan realisasi usulan masyarakat, sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Ia juga meminta aparatur desa, agar proaktif menindaklanjuti keluhan serta usulan yang disampaikan warga.
Sementara itu, Camat Ulim, Syamsul Bahri menyatakan optimismenya, bahwa sebagian besar harapan masyarakat Kecamatan Ulim dapat terealisasi pada tahun 2027 mendatang, meskipun ia mengakui, tidak semua usulan dapat diwujudkan sekaligus karena keterbatasan anggaran.
Musrenbang Kecamatan ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah, sekaligus memastikan program yang dirumuskan benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam upaya pemulihan pasca bencana. (Herry)




















