PIDIE JAYA, InfoAcehNews.net | Harapan untuk melahirkan generasi Qur’ani dan penerus para ulama tampak harus tertunda. Pembangunan Dayah Hadiqatul Ulum Al Ayman, yang terletak di Gampong Meuko Buloh, Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya, kini terhenti akibat terkendala biaya.
Dayah yang dipimpin oleh Tgk. Abi Abdul Waris, SH, sejatinya menjadi tempat pembinaan bagi anak-anak agar tumbuh dalam lingkungan keilmuan dan akhlak Islami. Namun hingga kini, pembangunan fisik dayah dan bilik santri baru mencapai sekitar 30 persen, sementara kebutuhan dana untuk pembebasan lahan dan infrastruktur dasar masih jauh dari kata cukup.
“Alhamdulillah, sebagian sudah berjalan. Tapi kami benar-benar masih kekurangan biaya, terutama untuk pembebasan lahan. Harga tanah di sini mencapai sekitar 80 ribu per meter. Karena itu kami memohon uluran tangan dari para dermawan dan kaum muslimin di manapun berada,” ujar Tgk. Abi Abdul Waris dengan nada lirih melalui sambungan telepon kepada InfoAcehNews.

Rencana awal, pada tahun 2026 mendatang, Dayah Hadiqatul Ulum Al Ayman akan membuka penerimaan santri baru dan memulai proses belajar mengajar. Namun cita-cita itu kini terancam tertunda jika pembangunan tidak segera dilanjutkan.
Sebagai seorang alumni Dayah Ummul Ayman, Tgk. Abi Abdul Waris bertekad melanjutkan tradisi keilmuan dayah, dengan mendidik santri bersama para guru (Tgk) lainnya. Ia yakin, dengan semangat kebersamaan dan kepedulian umat, pembangunan dayah ini akan kembali berjalan.

“Kami tidak meminta banyak, hanya berharap siapa pun yang punya rezeki lebih bisa membantu walau sedikit. Karena setiap batu bata yang dipasang di dayah ini, Insya Allah menjadi amal jariyah untuk kita semua,” ujarnya dengan suara bergetar.
Bagi para donatur, dermawan, atau kaum muslimin yang ingin berpartisipasi membantu pembangunan Dayah Hadiqatul Ulum Al Ayman, dapat menyalurkan donasi melalui:
🏦 Bank BSI: 40040409393
🏦 Bank Aceh: 08502207004675
📛 Atas nama: Abdul Waris
Penulis : Herry




















